Kamis, 20 Juni 2013

Manusia dan Pandangan Hidup 2

Manusia Sebagai Pribadi


Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana  untuk dibicarakan, karna manusia banyak memiliki  keunikannya maka keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia, ataupun sebaliknya, begitu banyak permasalahan yang ditimbulkannya maka permasalahan merupakan masalah sekaligus manusia mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dalam berbagai kehidupan. Manusia sulit difahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi juga manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri.
            Arti pribadi menurut lughah adalah mandiri, sendiri. Dan arti pribadi menurut istilah ialah manusia mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya.
Allah Yang Maha Kuasa telah memberikan akal budi, manusia tahu apa yang harus dilakukannya, mengapa harus melakukannya, karena manusia adalah mahluk hidup, yang mampu memberdayakan akal budinya, maka manusia mempunyai berbagai kemampuan, mampu berfikir, berkreasi, berinovasi ,memberdayakan kekuatannya sehingga manusia tidak pernah berhenti untuk berkembang dalam mengembangkan dirinya sebagai suatu upaya dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam mengaktualisasikan sebagai indifidu.
Berkaitan dengan hal tersebut Abraham Maslow dalam salah satu teorinya menyatakan “Manusia banyak mempunyai kebutuhan,dan kebutuhan itu menyangkut kebutuhan akan kekuatan,lahir bathin, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan menjadi anggota kelompok, kebutuhan ego, serta kebutuhan untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan dirinya”
            Maka, manusia dalam mengaktualisasikan dirinya secara nandiri, dibutuhkan suatu proses pembelajaran beserta latihan  yang terus-menerus dalam meraih perestasinya yang  mengarah kepada sesuatu yang menjadi visi dan misi hidupnya masing-masing. Tetapi sering kali manusia dalam mengembangkan dirinya sering kali dihanyutkan dan dihempaskan oleh berbagai realita nyata yang ada disekitarnya apakah itu berupa cobaan, kegagalan ,hambatan rintangan, persaingan dsb. Artinya manusia akan menemukan berbagai kendala dalam menuai jati dirinya dan tidak selalu mulus, dan kendala-kendala ini harus kita hadapi dengan mencari berbagai terobosan, mengetahui akar permasalahannya, dan dicari jalan penyelesaiannya , sehingga akan menjawab semua tantangan dan rintangan yang dihadapi manusia sebagai nyata upaya pembelajaran diri, manusia tanpa mengalami proses pembelajaran diri , manusia akan sulit menjadi manusia mandiri.
            Kecenderungan manusia dalam merubah sebagai pribadi mandiri, sering kali pada kenyataannya  menjadi lain, hal itupun sebagai suatu proses pembentukan kepribadiannya.
            Pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembelajaran dalam  diri yang selalu melekat dan tak akan pernah berakhir kecuali berakhirnya dengan kematian.
Proses pembentukan diri melibatkan manusia secara keseluruhan dalam masa sejarah kehidupan pribadi yang merupakan kegiatan masa lampai maupun kegiatan dimasa mendatang. Kemudian  terbentuknya individu dan kegiatan individu tidak ditentukan oleh pengalamannya saja tetapi ada proses interaksi antasa individu dengan lingkungan disekitarnya, dalam hal ini individu sebagai subjek dalam nengelola pengalamannya, bahkan memiliki berbagai pengalamannya. Dan manusia dengan pengalamannya mampu berinteraksi  sebagai mahkuk social, manusia terpanggil untuk mengembangkan dirinya, bertafakur dengan dirinya, melakukan dialog secara terus-menerus dengan lingkungan, dan saling berinteraksi untuk menggapai kualitas pribadi. Manusia  berupaya mendakwakan dirinya untuk beraktualisasi dalam  lingkungan sosialnya dengan menampilkan tahap demi tahap dari perkembangan kepribadian yang mantap dan harmonis sebagai wujud manusia yang mempunyai totalitas.
            Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia, yang mengikat  dalam karakter bangsa Indonesia  sehingga setiap pribadi harus menjadi bangsa yang mandiri dan berkepribadia sesuai dengan falsafah kita. Keberadaan manusia  dimuka bumi ini, ditakdirkan untuk mengisi  kehidupan alam ini, pengelolaan  dan pengaturannya harus dengan sebaik-baiknya tanpa merusaknya .
Menurut agama Islam khususnya, Allah membuat dua pilihan untuk manusia yaitu kemudahan menuju jalan yang baik dan kemudahan menuju kepada jalan yang tidak baik, Iman dan taqwalah inilah yang akan menjadi pribadi mandiri dan mampu memilih jalan yang benar.


Manusia Sebagai Anggota Masyarakat

Masyarakat dalam bahasa Inggris disebut “society” yang berarti sekelompok manusia (minimal dua orang) yang hidup bersama, saling berhubungan dan mempengaruhi, saling terikat satu sama lainnya sehingga menghasilkan kebudayaan yang sama.
Sejalan dengan pengertian tersebut, Selo Sumarjan seorang sosiolog Indonesia menyatakan bahwa, masyarakat sebagai orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. M.J. Herkovits, mengemukakan bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti tata cara hidup tertentu.
Menurut Koentjaraningrat, masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi, memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut, dan adanya saling keterkaitan untuk mencapai tujuan bersama. Selanjutnya ia menyatakan bahwa masyarakat adalah tempat kita dapat melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai (input) bagi keluarga. Keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil (output) dari proyeksi tersebut.
Anderson dan Parker (Astrid Susanto:1977), secara rinci menyatakan bahwa masyarakat adalah :
a. adanya sejumlah orang;
b. bertempat tinggal dalam suatu daerah tertentu;
c. mengadakan hubungan satu sama lain;
d. saling terikat satu sama lain karena mempunyai kepentingan bersama;
e. merupakan satu kesatuan sehingga mereka mempunyai perasaan solidaritas;
f. adanya saling ketergantungan;
g. masyarakat merupakan suatu sistem yang diatur oleh norma-norma atau aturan aturan tertentu; dan
h. menghasilkan suatu kebudayaan.


Manusia Sebagai Makhluk Tuhan

Apabila manusia di tinjau dari berbagai pandangan agama,Saya,mungkin juga Anda,memahami manusia sebagai berikut:
Pertama,dalam Agama Hindu manusia di dunia ini di taqdirkan lahir menurut kasta-kasta tertentu dan seluruh kehidupanya di perintahi oleh peraturan yang kaku(their whole life is governed by rigid rules)
a. Brahma, yaitu golongan pendeta yang sederajat walau pun tidak melebihi dari pada tuhan_tuhan.
b. Kesatria, yaitu golongan yang memerintah dan pahlawan_pahlawan.
C. Kasta waisya, yaitu golongan tani dan saudagar.
d. Kasta Sudra yaitu golongan budak.
Menurut pandangan hindu ortodox,semua hindu yang termasuk dalam golongan ke empat ini dan manusia lain yang tidak memeluk kepercayaan hindu dianggap manusia yang"untouchables"(tidak boleh di pegang.
Kedua, agama budha tidak memandang manusia dalam kasta_kasta,tapi prinsip doktrin agama ini meniadakan bagi manusia kesenangan dan keni'matan duniawi.tujuan hidup manusia,ialah mencari nirwana,dalam hal ini roh harus mengalami reingkarnasi (tanasukh).reingkarnasi berarti perpindahan roh manusia dari satu tubuh ke lain tubuh dan hidup kembali.Roh manusia yang mati, baru akan sampai kepada derajat nirwana apabila roh itu telah cukup kesuciannya.
Ketiga,agama Syinto dalam kepercayaanya menganggap Raja Sebagai wakil Tuhan di bumi,karena Dewa telah bersemayam dalam jiwa Raja.Siapa yang durhaka kepada Raja berarti durhaka terhadap Tuhan.Karena itu taat kepada Raja berarti taat kepada Tuhan.Maka mati dalam menjalankan perintah Raja berati mati di jalan Tuhan,hukumnya mati suci.
Keempat,Agam Nashrani.Konsep kepercayaan agama Nashrani menganggap bahwa manusia lahir ke dunia ini dengan dosa.Mereka mewarisi dosa asal dari Adam yang pernah durhaka.Karenanya Yesus Kristus telah sengaja turun dari sorga dan masuk ke dalam dunia ini untuk di salib sebagai tebusan terhadap dosa-dosa manusia.Karenya Yesus Kristus di anggap sebagai "Juru Selamat".Keselamatan manusia hanyalah tergantung atas iman pada penyaliban Yesus,walaupun CUKUP DENGAN PERCAYA SAJA ATAS PENYALIBAN ITU.
#berbeda dengan "Christian Science",di Indonesia ia tidak menjadi anggota Dewan Gereja Indonesia,karena gerejanya langsung di pimpim oleh gereja induk di Boston A.S.Ajaran-ajarannya pun berbeda.Gereja ini menolak kultus individu terhadap Yesus Kristus,tetapi tetap menghormatinya sebagai guru.Dan ia mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak pernah di salib.#
Di samping itu agama Nashrani mengenal sistem kependetaan,orang-orang suci dan kepala-kepala gereja.Kepala-kepala gereja adalah orang-orang suci di mana mereka menguasai keagamaan dan kepercayaan jamaah.Paus adalah tokoh yang paling suci di dunia keagamaanya,di anggap sebagai wakil Tuhan yang memiliki kekuasaan atas iman dan hati manusia.Dia mempunyai hak otoritet dalam hal kutukan dan pengampunan.
Kelima,Agama islam.Ajaran Islam tentang manusia sama sekali berbeda dengan agama-agama lainya.Manusia di perkenalkanya dengan menjelaskan fungsinya di dunia ini.Manusia itu adalah Khalifah Allah Subhanahu wa ta'aala di bumi.Makhluk yang bertugas mengurus bumi dengan seluruh isinya,dan berkewajiban memakmurkanya sebagai Amanah dari Allah subhaanahu wa ta'aala :
"Dan Dialah menjadikan kamu khalifah-khalifah (penguasa) di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat,karena Ia hendak mengujimu tentang apa yang di berikanya kepadamu."(Al-An-am:165)
"Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menugaskan kamu memakmurkanya."(Hud: 61)
Sebagai penguasa di bumi,manusia berkewajiban membudayakan alam ini guna menyiapkan kehidupan yang bahagia.Tugas dan kewajiban itu adalah ujian Tuhan pada manusia,siapa di antaranya yang paling baik menunaikan amanah itu.Dalam pelaksanaan kewajiban dan amanah,semua adalah sama berdasarkan bidang dan keahlian masing-masing.Jadi hidup menganggur dan bermalas-malas bertentangan dengan Ajaran Islam.
Semua manusia di ciptakan dari satu asal yang sama.Tidak ada kelebihan yang satu dari yang lainya,kecuali yang paling baik dalam menunaikan fungsinya sebagai khalifah Tuhan di bumi,yang lebih banyak manfaatnya bagi kemanusiaan dan yang paling taqwa kepada Allah subhaanahu wa ta'aala.Perbedaan ras dan bangsa hanyalah sebagai pertanda dan identitas dalam pergaulan internasional.
"Hai manusia! Sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa,supaya kamu saling kenal-mengenal dengan baik,sesungguhnya semulia-mulia kamu pada sisi Allah ialah yang paling taqwa."(Al-Hujarat: 13)
Demikianlah Islam menegaskan prinsip persamaan seluruh manusia.Atas dasar prinsip persamaan itu,maka setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama.Islam tidak memberikan hak-hak istimewa bagi seseorang atau golongan lainya,baik dalam bidang kerohanian,maupun dalam bidang politik sosial dan ekonomi.Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam kehidupan masyarakat,dan masyarakat mempunyai kewajiban bersama atas kesejahteraan tiap-tiap anggotanya.Karenanya Islam menentang setiap bentuk diskriminasi,baik diskriminasi karena keturunan maupun karena warna kulit,kesukuan,kebangsaan dan kekayaan.
Sabda Rosululloh sollallohu 'alaihi wasallam :
"Dengarlah dan taatilah walaupun yang di angkat menjadi pemimpin atas kamu itu seorang hamba bangsa Habsyi yang kepalanya bagaikan buah anggur yang kering,selama dia menegakan Kitab Allah padamu."(HR. Bukhori)
Itulah ajaran Islam,12 abad sebelum di umumkanya "the declration of independenci" (juli 4,1776) yang mengajarkan; That all men are created aqual (semua manusia di ciptakan sam),dan tiga doktrin "Revolusi Prancis" yang terkenal: liberte,egalite et fraternite (1798) artinya: Kemerdekaan,persamaan dan persaudaraan.
Begitupun hak-hak asasi manusia yang di umumkan PBB pada bulan Desember 1949.Tapi semua adalah slogan belaka.Di negara-negara kulit putih di Amerika,Eropa dan Afrika Selatan kaum kulit berwarna tetap merasakan kekejaman rasialisme.Bahwa kulit berwarna sekalipun mereka warga negara dari negara2 tersebut,bahkan sebagai penganut agama masehi,namun mereka masih di bedakan dari golongan lain yang berwarna putih; mereka berada di tingkat yang lebih rendah dari si putih,sekalipun dalan gereja-gereja apalagi dalam tempat-tempat umum lainya.Sekalipun mereka itu berpengetahuan tinggi,mempunyai kekayaan cukup memiliki kecerdasan dan kelebihan lainya,tetapi soal derkriminasi tetap ada dan tidak dapat di atasi.Semuanya adalah manifestasi dari pada suatu masyarakat yang memiliki aqidah yang pecah yaitu syirik kepada Tuhan.

Contoh Sikap yang muncul karena pengaruh lingkungan
Lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Jika seseorang berada ditempat atau lingkungan yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya, secara otomatis dia akan mengubah perilakunya demi kelangsungan hidupnya. Dia akan mengubah perilakunya agar bisa diterima di lingkungan baru tersebut. Lingkungan yang beraneka ragam merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.
Sikap Hidup Etis
Dimana orang-orang yang bersifat etis akan selalu berbuat positif di dalam kejujuran, perilaku,  mempunyai kelembutan hati, mempunyai ketenangan jiwa dan mempunyai kerendahan hati. Dan pastinya orang-orang yang hidupnya secara etis atau positif akan selalu bertindak terpuji di dalam hidupnya.
Sikap Hidup Non Etis
Dimana orang-orang yang bersifat non etis akan selalu berbuat negatif di dalam kejujuran, perilaku, tidak mempunyai kelembutan hati, tidak mempunyai ketenangan jiwa dan tidak mempunyai kerendahan hati. Dan pastinya orang-orang yang hidupnya secara non etis atau negatif akan selalu bertindak tidak terpuji.
Pandangan Hidup Bagi Bangsa Indonesia
Dimana bangsa indonesia akan selalu mempertahankan wilayah kesatuan indonesia yang sudah di perjuangkan oleh pahlawan-pahlawan indonesia untuk kemerdekaan indonesia. Dan sekarang yang harus di perjuangkan oleh bangsa indonesia walaupun sudah merdeka tetapi indonesia masih di jajah oleh kemiskinan, koruptor, dan ketidak adilan dimana bangsa indonesia adalah bangsa yang adil dan sejahtera untuk seluruh bangsa indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar