Jumat, 18 Maret 2011

sejarah Piala Champions

Liga Europa merupakan sebuah evolusi dari turnamen Piala UEFA, yang disusun oleh warga Swiss Ernst Thommen bersama dengan warga Italia Ottorino Barrasi dan orang Inggris Sir Stanley Rous.

Cikal bakal Liga Europa yang bergulir untuk pertama kalinya di musim ini berasal dari Piala UEFA, turnamen kelas dua di kompetisi antarklub Eropa. Ada pun Piala UEFA merupakan 'titisan' dari turnamen Piala Fair Inter-Cities, yang dibentuk pada 18 April 1955, dua minggu setelah pembentukan Piala Champions Eropa Antarklub.

Turnamen Piala Fairs merupakan kompetisi yang hanya melibatkan tim dari sejumlah kota besar di Eropa, seperti Barcelona, Basel, Birmingham, Kopenhagen, Frankfurt, Lausanne, Leipzig, London, Milan dan Zagreb.

Turnamen ini berjalan selama tiga tahun, mengingat penyelenggaraan pertandingan bertepatan dengan masa kompetisi. Barcelona, yang menggunakan sebagai besar pemain dari FC Barcelona, menjadi kampiun pertama di turnamen ini dengan menundukkan wakil London di final dengan skor 8-2.
Untuk penyelenggaraan kedua, pihak penyelenggara pertandingan berbalik pada partisipasi klub, dengan catatan tim yang ambil bagian harus berasal dari kota-kota tersebut. Hasilnya 16 klub ambil bagian di turnamen yang berlangsung pada 1958-60, yang kemudian dilangsungkan secara reguler. Pada tahun 1962, jumlah kontestan naik menjadi 32, yang mana sekarang sudah melebihi 100 klub.

Di tahun pertama, tim dari utara Eropa mendominasi jalannya turnamen, terutama Barcelona yang menang tiga kali dan Valencia yang tampil sebagai juara sebanyak dua kali. Di tahun 1968, Leeds United menjadi tim utara pertama yang memenangi tropi, yang kemudian berlanjut dengan sukses secara beruntun di enam penyelenggaraan oleh klub asal Inggris.

Sukses di tahun kelima tim asal Inggris di musim 1971/72, yang dimenangi Tottenham, juga dibarengi dengan perubahan nama menjadi Piala UEFA. Perubahan ini untuk menegaskan jika kompetisi ini sekarang diatur oleh UEFA. Hasilnya, kompetisi berjalan semakin semarak karena banyak klub dari berbagai negara mengikuti kompetisi ini. Tim yang menjadi juara pun menjadi lebih beragam, baik dari klub asal Utara Eropa mau pun Selatan.

Mulai tahun 1999/00, ada perubahan dalam aturan, di mana pemenang turnamen domestik juga bisa lolos otomatis ke Piala UEFA, mengingat Piala Winners sudah tidak lagi diselenggarakan. Sebagai tambahan, klub yang tereliminasi dari babak ketiga kualifikasi Liga Champions dan delapan tim yang menduduki peringkat ketiga di fase grup juga ambil bagian di Piala UEFA. Fase grup kemudian diperkenalkan di musim 2004/05, melibatkan 40 tim yang bermain dalam empat pertandingan.

Pada 26 September 2008, komite eksekutif UEFA memutuskan mulai musim 2009/10, kompetisi Piala UEFA berubah nama menjadi Liga Europa. Keputusan ini juga berimbas pada perubahan sejumlah regulasi, termasuk mengenai jumlah kontestan di fase grup, yang bertambah hingga mencapai 48 klubs, dengan memainkan kompetisi penuh dengan format home and away dalam sistem grup yang dibagi dalam 12 grup.

Meski kompetisinya memiliki sistem yang matang, namun popularitas Liga Europa tidak terlalu mentereng, seperti halnya Piala UEFA. Kompetisi ini masih dianggap sebagai turnamen kelas dua di antarklub Eropa.

Pasalnya kontestan yang ambil bagian di turnamen ini adalah mereka yang menempati papan tengah di kompetisi masing-masing negara, atau pecundang di fase gugur atau pun grup Liga Champions. Meski begitu, Liga Europa masih memiliki peran penting dalam menaikkan koefisien kompetisi untuk penentuan kuota keikutsertaan klub dari masing-masing kompetisi di musim berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar